Novel: Bumi
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: PT Gramedia Pustaka
Cetakan: kedua 2014
Halaman: 438, Tebal: 20 Cm
Harga: Rp.88.000
Sinopsis Novel:
Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas
sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian.
Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku
menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.
Aku sama seperti remaja kebanyakan,
kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang
menakjubkan.
Namaku Raib. Dan aku bisa
menghilang.
Resensi Novel:
Novel Bumi karya Tere Liye ini
mengisahkan anak perempuan yang berumr 15 tahun bernama Raib. Sejak kecil dia
mempunyai kelebihan yang dirahasiakan dari kebanyakan orang yaitu bisa
menghilang. Ayah dan ibunya bahkan tidak tahu tentang kelebihan anaknya itu.
Orang yang pertama kali mengerti adalah temannya yaitu Ali.
Kelebihan:
Awalnya memang tidak begitu terlihat
bahwa novel ini akan bergenre sama dengan novel Harry Potter atau novel yang
menceritakan tenteang dunia sihir. Novel ini ternyata banyak sekali mengandung
unsur fantasi. Raib awalnya tidak mengerti mengapa dia bisa menghilang.
Akhirnya Raib bertemu dengan Tamus. Tamus adalah orang dari dunia lain yang
mengirim kucing si Putih dan si Hitam ke rumah Raib. Si Hitam ternyata adalah
suruhan Tamus yang disuruh untuk mengawasi Raib. Si Hitam tidak bisa dilihat
oleh mata manusia karena dia berasal dari dunia lain.
Petualangan dimulai ketika Raib,
Seli, dan Ali masuk ke ruang aula sekolah. Mereka bertemu dengan Tamus dan anak
buahnya di sana. Mereka datang melalui lubang yang menghubungkan antara bumi
dengan dunia lain. Tamus adalah sosok jahat yang ingin menguasai empat lapisan
dunia yang berbeda. Pada saat bertarung dengan Tamus, Raib dan kawan-kawan
berhasil lolos karena dibantu oleh Miss Selena (guru Raib). Miss Selena pun
menghadapi Tamus sendirian. Akhirnya Raib dan kawan-kawan terpaksa harus
mencari keberadaan Tamus untuk menyelamatkan Miss Selena.
Pada pertengahan cerita dijelaskan
bahwa di bumi ini mempunyai empat dunia berbeda. Dunia Bumi, Bulan, Matahari,
dan Bintang. Mereka hidup secara bersamaan di tempat yang sama, namun tidak
bersetuhan sama sekali. Raib dan kawan-kawan akhirnya mencari jawaban atas diri
mereka dengan berpetualang di dunia Bulan.
Novel ini menarik untuk dibaca
ketika dilihat dari synopsis yang berada di punggung Novel. Kalimat yang
menarik yang akhirnya banyak mendatangkan pembeli adalah, “Namaku Raib dan aku
bisa menghilang.” Kata-kata itulah yang menarik pembaca untuk membeli novel
tersebut. Banyak pesan-pesan yang ingin di sampaikan oleh Tere Liye lewat
karyanya. Tere Liye memang dikenal tidak ingin mempublikasikan identitas
dirinya, namun sisi positifnya adalah tulisannya sangat produktif.
Kekurangan:
Dilihat dari novel ‘Bumi’ ini, Tere
Liye pun terkesan menutupi tempat kejadian dimana Raib dan kawan-kawan tinggal.
Dia lebih menggantinya dengan kata-kata pengalihan seperti misalnya “Raib pun
menyebutkan nama sekolahnya”. Salah satu alasannya mungkin pengarang ingin
menciptakan imajinasi yang liar tanpa harus terpatok dari suatu wilayah. Jika
pengarang mematokan wilayah tertentu misalnya Jakarta pasti pemikiran liar
pembaca akan cenderung sempit. Pembaca akan langsung membayangkan kota Jakarta
yang macet, padat, dan penuh dengan gedung-gedung bertingkat. Hal itu
menyebabkan sulitnya untuk memunculkan unsur logis dalam suatu cerita ketika
seorang dari Jakarta masuk ke dunia lain. Pembaca justru mungkin akan terasa
heran atau bertanya-tanya.
Dalam karya ini, pengarang lebih
mengganti tempat dengan penggambaran yang indah. Kata-kata yang digunakan tepat
dan sangat mudah dibaca sehingga pembaca tidak akan lelah membaca novel setebal
438 halaman itu. Sama seperti novel petualangan lain yang menyisakan adegan
terpotong di setiap episodenya, Tere Liye pun menggunakan trik itu. Pembaca
seakan dibuat penasaran akan episode selanjutnya. Yang menarik disini, setiap
episode dibuat pendek yaitu berkisar antara 4-6 halaman saja. Itu membuat
pembaca akan semakin penasaran untuk membaca episode selanjutnya. Terlebih lagi
dibagian akhir cerita diselipi kata-kata yang terpotong. Memang novel Bumi ini
adalah seri pertamanya. Seri keduanya adalah novel Bulan. Jadi, pembaca akan
semakin tertarik untuk menunggu seri berikutnya.
Pesan:
Pesan yang ingin disampaikan juga
sangat banyak. Sebagai manusia harusnya sadar bahwa pada setiap diri manusia
sebenarnya mempunyai kekuatan yang menakjubkan. Selain itu, persahabatan yang
dijalin antara Raib dan kawan-kawan menunjukan solidaritas dan sikap saling
menghargai antara manusia dengan karakter dan sifat yang berbeda.
Jika dikaitkan dengan masa sekarang
ini, bumi memang sedang membenahi dirinya. Banyak bencana alam baik yang
diakibatkan manusia atau pergerakan bumi itu sendiri. Manusia seharusnya lebih
melestarikan bumi dengan sebaik-baiknya sehingga masa depan anak manusia
lainnya akan lebih baik. Namun, bila manusia tetap egois dengan keinginannya
tanpa memikirkan masa depan bumi akibatnya bukan Bumi saja yang “membenahi”
diri, mungkin di atmosfer bumi sendiri akan membenahi diri. Yang terjadi adalah
bencana alam yang akan semakin meningkat.

Izin copas buat tugas
BalasHapusIzin copas buat tugas :)
BalasHapusIzin copas ya
BalasHapusIzin lihat
BalasHapus